Selasa , Agustus 14 2018
Home / Akademi Bitcoin / 3 Jenis Cryptocurrency Yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli
3 Jenis Cryptocurrency

3 Jenis Cryptocurrency Yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Kebanyakan orang menyebut mata uang kripto sebagai bitcoin, tidak perduli bahwa kripto itu termasuk bitcoin, altcoin ataupun token. Nah, pemahaman seperti ini yang sebenarnya harus diperbaiki, bahwa kripto yang ada saat ini dibedakan menjadi 3 jenis cryptocurrency. Jangan sampai setelah memperoleh koin, baru tersadar bahwa yang dibeli adalah token.

Pemahaman soal cryptocurrency pada awalnya memang cukup membingungkan. Belum lagi jumlah kripto yang beredar dipasar saat ini berjumlah lebih dari 1000 koin. Bagaimana caranya agar kita sebagai pengguna dan pembeli tidak terjebak kedalam iming-iming yang menggiurkan? Caranya dengan mengenali koin, dibuat dengan algoritma atau mungkin dibuat dengan token ERC20.

Kenali 3 Jenis Cryptocurrency

Di awal kemunculan bitcoin, jumlah kripto tidak sebanyak dan memusingkan seperti sekarang ini. Beberapa koin sengaja dibuat dalam bentuk ICO dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Padahal tujuan dari blockchain diciptakan sebenarnya untuk kepentungan publik dengan nilai dan harga yang masuk akal.

Kasus seperti ini banyak terlihat pada ICO yang sudah selesai tetapi implementasi roadmap tak kunjung selesai. Bisa saja pengembang aplikasi sedang liburan menghabiskan hasil penjualan. Sebelum ini terjadi pada pengguna baru kripto, sebaiknya kenali lebih dahulu 3 jenis cryptocurrency yang saat ini beredar dipasar.

1. Bitcoin (BTC)

Hanya ada satu mata uang kripto yang disebut Bitcoin dengan simbol BTC, pastikan ini sebelum membeli. Ada beberapa kripto yang juga menggunakan nama ‘Bitcoin’ yang sebenarnya termasuk Altcoin. Bahkan ada juga token yang dicetak dengan menggandeng nama ‘Bitcoin’. Padahal bitcoin merupakan blockhchain tertua sekaligus menjadi cryptocurrency yang pertama kali diciptakan. Pembuatan bitcoin dengan metode algoritma Proof of Work (PoW).

Baca juga: Apa Itu Proof of Work?

Tidak ada dua-nya, koin ini tunggal dengan produksi maksimal 21 juta koin, dan yang berhasil ditambang saat ini sekitar 17 juta BTC. Diawal pembuatannya, tidak ada yang tahu akan jadi ‘seperti apa BTC’ dimasa mendatang. Dan sekarang, koin ini menjadi incaran pedagang dan kolektor sebagai aset berharga.

2. Alternative Coin (Altcoin)

Kripto yang termasuk Altcoin saat ini mencapai ratusan, sehingga membingungkan jika tidak diteliti dengan benar. Setiap altcoin mempunyai visi dan misi berbeda, tidak seperti Bitcoin yang jelas digunakan sebagai alat pembayaran dengan harga tertinggi. Koin-koin yang termasuk altcoin diciptakan dengan metode Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS).

Setelah bitcoin mulai dikenal, kemudian lahir altcoin yang menggunakan konsep yang sama seperti bitcoin. Diantaranya adalah Litecoin (LTC), ETC, Peercoin, Doge, RDD, cryptonote family, dan terus berkembang sampai hari ini. Semua altcoin ini diperoleh dengan cara ditambang (PoW) dan dicetak (PoS).

Baca juga: Apa Itu Proof Of Stake (PoS), Dan Cara Kerja Staking Coin?

Sampai sekarang, tidak ada harga Altcoin yang mampu menyaingi harga Bitcoin, rata-rata bisa dibeli dengan harga publik. Ripple dan Stellar termasuk dalam kategori ini, keduanya dicetak untuk digunakan sebagai alat pertukaran.

3. Token

Jenis token ini paling banyak beredar dipasar, bisa dibayangkan platform Ethereum kini menyimpan ribuan token ERC20 dengan proyek berbeda-beda. Ini belum termasuk token yang berasal dari NXT, Waves platform, NEO dan lainnya. Token ini diciptakan dengan smart contract, tidak seperti altcoin yang menggunakan metode PoW dan PoS.

Blockchain yang mendukung pembuatan token diantaranya adalah Ethereum, Waves, NXT, NEO, NEM, EOS, Cardano. Dan beberapa blockchain terbaru yang rilis di tahun ini rata-rata mendukung pembuatan token dan smart contract. Blockchain ini bukan termasuk token, melainkan altcoin yang memiliki teknologi baru berbasis smart contract untuk dApps.

Baca juga: Smart Contract, Mengenal Kontrak Cerdas Dan Manfaatnya

Token sangat mudah diciptakan, tidak sampai 30 menit semua orang bisa membuat token berbasis Ethereum, dan sekali klik di platform Waves. Keberadaan blockchain Ethereum pertama kali lahir pada tahun 2015 telah merubah dunia kripto. Platform ini mendukung dApps (Decentralized Applications), dimana setiap aplikasi bisa berjalan di blockhchain dengan smart contract.

Beberapa contoh kripto yang termasuk token diantaranya adalah Storiqa (STQ), Tokenomy, BNB. Dan ratusan token yang tidak bisa disebutkan seluruhnya, bisa ditemukan di bursa kripto Bittrex ataupun Binance. Dengan jumlah kripto yang sangat banyak, terkadang kita bingung membedakannya termasuk token atau jenis altcoin. Cara yang paling mudah, pelajari dahulu whitepaper di websitenya masing-masing.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Analisis Pasar Berbasis Kecerdasan Buatan

Analisis Pasar Berbasis Kecerdasan Buatan TradeRiser Segera Rilis

Sejak munculnya bitcoin sebagai salah satu pertukaran dengan nilai jual tinggi, banyak orang mulai tertarik …