Kamis , Agustus 16 2018
Home / Akademi Bitcoin / Apa Itu Monero? Sejarah Koin Privasi Dan Anonim
Apa Itu Monero

Apa Itu Monero? Sejarah Koin Privasi Dan Anonim

Sebelum blockchain ditemukan, perdagangan online kerap menggunakan sistem transfer bank, atau setidaknya menggunakan PayPal. Tetapi setelah muncul bitcoin, mulai banyak pengguna yang menggunakannya karena bersifat Anonim. Tidak seperti PayPal apalagi sistem Bank yang meminta identifikasi setiap pengguna. Solusinya, diciptakan kripto privasi seperti Monero dan ZCash. Apa itu Monero? Koin privasi ini telah mendapatkan pasar dunia.

Ditahun-tahun munculnya bitcoin, situs Silk Road merupakan salah satu beberapa layanan penjualan barang-barang ilegal online. Maka, bitcoin pun yang saat itu belum disorot regulasi pemerintah, dijadikan sebagai alat pertukaran situs ini. Mata uang privasi sebenarnya tidak bisa dilacak, tidak seperti bitcoin yang faktanya bisa dilihat seluruh transaksi melalui blockchain explorer.

Ada berbagai alasan mengapa orang menginginkan mata uang kripto privasi. Bisa saja digunakan untuk memberi barang-barang legal untuk kesehatan atau obat khusus, tetapi pengguna tidak ingin identitasnya diketahui karena malu. Kesehatan salah satu privasi yang sebenarnya harus dijaga, dan tidak seorang harus mengetahui tentang kondisi kita selain petugas medis.

Atas dasar privasi, kedua koin ini muncul dan saling berkompetisi menawarkan solusi baru kepada dunia. Sejarah koin privasi sebenarnya dimulai dari Bytecoin, induk dari cryptonote yang kemudian berkembang biak menjadi beberapa koin.

Apa Itu Monero?

Monero (XMR) merupakan salah satu koin cryptonote yang pada awalnya berdiri tahun 2014. Sebelumnya koin ini diberinama BitMonero, hardfork dari Bytecoin (BCN). Perpecahan disebabkan karena Bytecoin merencanakan pre-mining 80% sebelum dirilis, tetapi beberapa developer tidak menyetujuinya. Inilah sejarah Monero yang berdiri tungggal terlepas dari Bytecoin, hingga menjadi koin cryptonote mahal saat ini.

Dari segi pembuatan sangat berbeda dengan bitcoin, dimana cryptonote bekerja dengan cara mengelompokkan beberapa transaksi secara bersamaan. Cara ini membuatnya tidak mungkin mengetahui input siapa saja yang diproses. Persamaannya, Monero juga menggunakan penambangan Proof of Work (PoW) untuk mencetak koin baru dan untuk mendapatkan reward dari transaksi.

Baca juga: Apa Itu Proof of Work? Begini Cara Kerja Dan Penjelasannya

Blockchain Monero menciptakan blok baru setiap dua menit, lima kali lebih cepat dibandingkan dengan bitcoin yang butuh waktu 10 menit. Batas ukuran blok sangat dinamis, blok tumbuh dan menyusut sebagai respon dari permintaan jaringan. Setiap blok berdasarkan 100 blok sebelumnya, sehingga ukuran blockchain akan meningkatkan kapasitas jaringan lebih besar.

Baca juga: Cara Membuat Wallet Monero Online, Full Dan Remote Node CPU

Sebagian besar pengembang koin Monero tidak dikenal, mereka merahasiakan identitas. salah satu yang dikenal adalah Riccardo ‘fluffypony’ Spagni, pimpinan proyek dan pengembang yang paling vokal asal Afrika Selatan. Total supply Monero mencapai 18,400,000 (+ 0,3 XMR/menit), yang ditambang menggunakan CPU, GPU, ponsel dengan algoritma cryptonote. Monero mengalami masalah skalabilitas seperti bitcoin, mengenakan biaya trasaksi sebesar 0,002 XMR.

STOP Crypto-Jacking Monero

Apa itu Monero (XMR) yang ramai digunakan pengguna seluruh dunia? Beberapa penguna Monero ditemukan dibeberapa negara seperti Korea Utara yang dikenakan sanksi internasional. Kemudian, Monero juga laris digunakan oleh kelompok peretas dan penambangan koin juga sangat mudah. Monero telah dikenal sebagai penambang browser yang bisa saja menggunakan daya komputasi pengunjung website tanpa diketahui.

Istilah penambangan website ilegal disebut Crypto-Jacking. Perangkat yang digunakan pengunjung web secara otomatis dijadikan cloud mining pribadi. Setidaknya saat ini terdapat ribuan website yang menjalankan metode penambangan ini. Alasan cyrpto-jacking dianggap sebagai imbal konten yang mereka berikan kepada pegunjung website.

Baca juga: Opera Mobile, Browser Pertama Dilengkapi Wallet Ethereum

Metode penambangan website tidak hanya digunakan sebagai crypto-jacking, secara legal juga bisa diterapkan. Beberapa website yang memberikan pilihan, sehingga pengunjung bisa bebas menentukan, apakah ingin donasi dalam bentuk penambangan atau tidak sama sekali.

Salah satu contohnya adalah UNICEF yang meluncurkan situs HopePage. Dimana pengunjung bisa memberikan daya komputasi yang tidak terpakai sebagai bentuk donasi kemanusiaan. Ini adalah salah satu contoh positif, donasi tidak harus dalam bentuk uang tetapi juga bisa dengan Monero. Nah, penjelasan singkat ini setidaknya sudah memahami tentang ‘Apa itu Monero (XMR)’ yang kini masuk kedalam jajaran 10 top cryptocurency.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Perbedaan ICO Dan IPO

Perbedaan ICO Dan IPO, Jangan Pernah Dianggap Sama

Ternyata banyak orang yang salah kaprah memahami tentang ICO yang dianggap sama seperti IPO. Walaupun …