Senin , Desember 10 2018
Home / Akademi Bitcoin / Apa Itu Proof of Work? Begini Cara Kerja Dan Penjelasannya
Apa Itu Proof of Work

Apa Itu Proof of Work? Begini Cara Kerja Dan Penjelasannya

Didunia kripto, untuk memperoleh koin secara murni (bukan membeli) ada dua metode. Yaitu dengan penambangan algoritam PoW dan PoS. Ternyata masih banyak yang belum mehami, dan menganggap bahwa semua koin ditambang dengan cara yang sama. Apa itu Proof of Work, cara kerja dan penjelasannya?

Dua algoritma Proof of Work (PoW) dan (PoS) sangat jauh berbeda penggunaanya. PoW pertama kali digunakan untuk penambangan bitcoin, yang kemudian diadopsi oleh koin lain seperti LTC dan koin-koin cryptonote. Dari segi investasi, PoW sangat jelas membutuhkan daya besar, boros energi, dan membutuhkan keahlian dibidang IT. Hampir semua program yang mendukung PoW dijalankan tanpa GUI, dan harus disesuaikan secara manual.

Apa Itu Proof of Work (PoW)?

PoW merupakan sistem yang membutuhkan usaha keras dan sangat bagus untuk mencegah kejahatan. Hal inilah yang sempat menimbulkan kontroversi dikomunitas Ethereum agar tetap mempertahankan PoW, setelah kabar PoS akan diterapkan. PoW dianggap bagus untuk memerangi spam atau menolak serangan dari berbagai sistem atau layanan. Ini memang diakui, dan jarang terjadi kejahatan di kripto yang berbasis PoW.

Konsep Proof of Work diperkenalkan oleh Harold Thomas Finney pada tahun 2004. Kemudian gagasan ini digunakan kembali pada tahun 2009 untuk penambangan bitcoin untuk yang pertama kalinya. Finney merupakan user pertama Bitcoin, menerima cryptocurrecny bitcoin pertama yang berhasil diproduksi, dan langsung diterima dari Satoshi Nakamoto.

Baca juga: Apa Itu Cryptocurrency?

Adapun cara kerja PoW dengan mendeteksi gangguan melalui hashing. Sebuah bukti berupa string panjang yang berfungsi sebagai Proof of Work. Dalam kasus bitcoin yang menggunakan SHA-256, string ini dimasukkan kedalam data dengan satu hash. Karena efek Avalanche, perubahan kecil pada bagian manapun dari data asli akan menghasilkan hash yang tidak dapat dikenali.

Berapa pun ukuran data asli, hash yang dihasilkan memiliki panjang yang sama. Hash berfungsi satu arah dan tidak dapat digunakan untuk mendapatkan data asli. Hanya untuk memeriksa bahwa data dihasilkan hash sudah sesuai dengan data asli. Untuk menghasilkan hashing tentunya sangat mudah di komputer. Tetapi untuk mengubahnya menjadi bukti kerja, jaringan bitcoin menerapkan tingkat kesulitan (difficulty).

Baca juga: Alat Penambang Bitcoin Terbaik Dan Tercepat Saat Ini

Untuk memastikan bahwa penambang telah menghasilkan hash dibawah target. Sistem akan mengubah input dengan menambahkan integer, yang disebut nonce (nomor yang digunakan sekali). Setelah hash valid ditemukan, hash tersebut disebarkan keseluruh jaringan, dan blok tersebut ditambahkan ke blockchain.

Tingkat Kesulitan dan Reward PoW

Pengaturan tingkat kesulitan disesuaikan dengan perangkat penambang. Sehingga blok baru yang ditambang akan menghasilkan hash valid setiap 10 menit. Semakin kecil hash valid, semakin sulit menghasilkannya. Semakin tinggi spesifikasi komputer, hashing valid tetap akan diperoleh dalam 10 menit. Itulah sebabnya, di awal munculnya bitcoin bisa ditambang dengan komputer biasa, karena masih sedikit penambang. Tetapi saat ini, ratusan ribu alat penambang telah terhubung dan berkompetisi dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Baca juga: Koin Yang Bisa Ditambang Smartphone Dan Perangkat Biasa

Bagaimana Proof of Work melindungi keamanan data dalam jaringan blockchain? Jika seorang pengguna mengubah satu transaksi, misalnya mengubahnya menjadi 0,0001 BTC. Maka hash yang dihasilkan tidak dapat dikenali, dan jaringan akan menolak penipuan. Karena satu set data yang diberikan hanya dapat menghasilkan satu hash. PoW juga membantu proses transaksi, semakin banyak penambang maka semakin cepat transaksi berlangsung.

Penambangan PoW merupakan proses kerja yang kompetitif untuk mendapatkan reward. Penambang akan menghasilkan bukti kerja (Proof of Work) yang dapat diterima setiap 10 menit. Penambang mengumpulkan bersama disebuah Pool Mining untuk meningkatkan peluang mendapatkan reward. Peluang ini jauh lebih besar dibandingkan dengan menambang solo (sendiri), bekerja bersama jauh lebih besar mendaptakan reward dan dibagi berdasarkan bukti kerja nyata.

Baca juga: Apa Itu Proof Of Stake (PoS), Dan Cara Kerja Staking Coin?

Sudah tahu kan ‘Apa itu Proof of Work’? Dengan adanya Proof of Work, sangat sulit untuk mengubah aspek apa pun yang telah tertulis di blockchain. Jika ingin merubahnya, maka diperlukan penambangan ulang disemua blok berikutnya. Sistem ini akan menyulitkan pengguna untuk memonopoli jaringan. Karena membutuhkan biaya sangat besar untuk menciptakan satu hash yang ada dijaringan bitcoin.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Perbedaan ICO Dan IPO

Perbedaan ICO Dan IPO, Jangan Pernah Dianggap Sama

Ternyata banyak orang yang salah kaprah memahami tentang ICO yang dianggap sama seperti IPO. Walaupun …