Jumat , September 21 2018
Home / Akademi Bitcoin / Cara Kerja Blockchain, Penjelasan Singkat Mudah Dipahami
Cara Kerja Blockchain

Cara Kerja Blockchain, Penjelasan Singkat Mudah Dipahami

Saat ini banyak orang membicarakan tentang cryptocurrency, yang berjalan diatas sebuah sistem yang disebut blockchain. Munculnya sistem ini didunia IT telah membuat teknologi internet berubah secara cepat. Apa itu blockchain, dan bagaimana cara kerja blockchain yang diaplikasikan kedalam berbagai industri IT?

Blockchain adalah teknologi yang mendasari mata uang kripto seperti Bitcoin, Litecoin, Ethereum, dan sejenisnya. Teknologi ini sangat memungkinkan informasi digital didistribusikan, yang berarti setiap bagian data hanya memiliki satu pemilik. Blockchain digambarkan sebagai Digital Ledger yang tersimpan dalam jaringan terdistribusi. Dan banyak orang yang masih merasa kesulitan dalam memahami cara kerja blockchain.

Cara Kerja Blockchain

Teknologi Blockchain ditemukan pada tahun 2008, tetapi kemudian teknologi ini terkenal sejak Bitcoin diluncurkan. Bagaimana cara kerja blockchain sehingga bisa dipercaya sebagai salah satu platform transparan? Bayangkan, jika spreadsheet diduplikasi ribuan kali di seluruh jaringan komputer. Kemudian jaringan ini secara teratur memperbarui spreadsheet. Seluruh informasi secara konstan dimasukkan ke dalam database yang tersimpan di beberapa lokasi dan diperbarui secara instan.

Perekaman yang terjadi dalam blockchain bersifat publik dan dapat diverifikasi. Tidak ada lokasi penyimpanan (server) yang terpusat, sehingga lebih sulit diretas karena data berada di jutaan tempat (dalam bentuk Node). Inilah kelebihan blockchain yang kini digunakan dalam mata uang kripto dan distribusi token. Ada bisa saja menjalankan ‘Node’ sendiri melalui dekstop/laptop dirumah. Cara ini akan membantu memperbanyak node, dan lebih sulit diserang hacker.

Sebuah blok yang ditemukan dalam sistem merupakan catatan transaksi baru. Ketika blok selesai, catatan ini ditambahkan kedalam rantai (chain). Pemilik kripto memiliki kata sandi pribadi atau ‘key’ yang akan membuka address pada rantai tersebut. Dimana seluruh data transaksi tercatat didalamnya, dan semua transaksi didistribusikan tanpa perantara.

Jaringan blockchain menggunakan konsensus, yang secara otomatis memeriksa sediri setiap sepuluh menit. Ini tampak seperti sebuah ekosistem self-auditing dari nilai digital. Dimana jaringan rekonsiliasi setiap transaksi terjadi dalam interval sepuluh menit. Setiap kelompok transaksi disebut sebagai ‘block’. Setiap data transparansi tertanam dalam jaringan secara keseluruhan, atau bersifat publik.

Block tidak dapat dirubah ataupun mengganti sedikit (walaupun satu unit) data di blockchain. Jika melakukannya, dibutuhkan daya komputasi yang besar untuk mengganti seluruh node yang terdapat dalam jaringan. Secara teori, mengganti data bisa saja terjadi. Tetapi dalam praktiknya, perubahan data tidak mungkin terjadi. Mengganti satu data, berarti mengganti seluruh node jaringan.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Perbedaan ICO Dan IPO

Perbedaan ICO Dan IPO, Jangan Pernah Dianggap Sama

Ternyata banyak orang yang salah kaprah memahami tentang ICO yang dianggap sama seperti IPO. Walaupun …