Senin , Oktober 22 2018
Home / Akademi Bitcoin / Sistem Kerja Teknologi Blockchain, Ini Penjelasannya
Sistem Kerja Teknologi Blockchain

Sistem Kerja Teknologi Blockchain, Ini Penjelasannya

Blockchain dianggap sebagai salah satu temuan terbaik dalam dunia IT. Dengan adanya teknologi ini, bisa mengurangi kejahatan internet dan transparansi data. Blockchain juga digunakan untuk pertukaran kripto tanpa harus melewati otoritas terpusat. Bagaimana sistem kerja teknologi blockchain yang sedang booming saat ini?

Dalam blockchain, kita bisa menuliskan beberapa baris kode sebagai program yang berjalan diatasnya. Masing-masing pihak bisa memeriksa logika matematika sebelum dirilis, setelah berjalan maka tidak bisa diubah dan dihentikan. Artinya, segala sesuatu berjalan dengan pasti dan data yang tercatat dalam buku besar tidak bisa diubah sama sekali. Semua orang bisa saja melihat transaksi yang terjadi dalam buku besar, inilah transparansi. Bayangkan, jika sistem pemerintahan berbasis blockchain.

Blockchain pertama kali dikenal dan dibahas karena popularitas Bitcoin. Saat ini, bitcoin digunakan untuk pertukaran produk dan layanan. Bitcoin meruapakan mata uang digital yang pertama kali digunakan di internet. Kripto ini untuk mentransfer bagian unik dari properti digital ke pengguna lain, dijamin aman dan aman, semua orang bisa mengetahui transaksi ini. Dan tidak ada yang bisa menantang legitimasi transfer.

Sistem Kerja Teknologi Blockchain

Untuk melihat transaksi blockchain menggunakan buku besar. File buku besar tidak disimpan di server terpusat, tidak seperti bank. File ini di distribusikan ke seluruh dunia melalui jaringan komputer pribadi yang menyimpan data dan mengeksekusi perhitungan. Masing-masing komputer ini disebut Node jaringan blockchain, yang memiliki salinan file asli buku besar.

Jadi, semua Node yang ada disetiap rumah menyalin pembukuan yang sama. Ini terjadi setiap kali ada transaksi, seluruh Node akan memperbaharui buku besar. Jika ada ratusan bahkan ribuan Node, bagaimana mungkin mengubah isi atau transaksi yang tertulis di buku besar?

Dalam sistem bank, kita hanya mengetahui transaksi dan saldo akun sendiri. Tetapi di blockchain, setiap orang bisa melihat transaksi orang lain. Sistem kerja teknologi blockchain dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak memerlukan kepercayaan pihak ketiga. Keamanan dan keandalan diperoleh dari fungsi dan kode matematika khusus.

Setiap pengguna memiliki Public Key dan Private Key. Public key digunakan untuk menerima aset yang dikirim dari orang lain. Sementara private key diperlukan jika ingin mengeluarkan aset dari akun Anda. Meskipun setiap orang bisa melihat isi aset orang lain melalui publik key, kita tidak bisa mengeluarkannya tanpa ‘private key’.

Baca juga: Cello Square, Platform Logistik Samsung Berbasis Blockchain

Kunci pribadi atau private key, inilah yang menjaga aset dari kejahatan. Bahkan, hampir tidak ada yang bisa mengingat private key miliknya sendiri. Karena kunci ini merupakan kombinasi acak huruf dan angka. Jadi, kebanyakan pengguna menyimpannya di komputer atau tempat yang paling aman. Jika diperlukan, cetak private key diatas selembar kertas. Resikonya, jika kehilangan private key, maka aset yang ada di wallet Anda akan menjadi harta karun.

Singkatnya Begini

Setiap node blockchain menyimpan salinan buku besar. Sistem blockchain tidak melacak saldo akun sama sekali, kerjanya hanya mencatat setiap transaksi yang diminta, melacak setiap transaksi yang disebarkan di jaringan. Untuk mengetahui saldo dompet, bisa dianalisis dan memverifikasi semua transaksi yang pernah terjadi.

Baca juga: Cara Menyimpan Ethereum, ETH Dan ERC20 Paling Aman

Semua transaksi sebelumnya terhubung dengan dompet digunakan untuk mengirim Bitcoin. Untuk menyederhanakan dan mempercepat proses verifikasi, catatan yang tidak terpakai disimpan oleh Node. Dengan adanya verifikasi ini, sangat tidak mungkin terjadi dua kali pengiriman yang sama. Setiap transaksi memiliki enkripsi data berbeda, ini mengurangi kesalahan transfer.

Semua kode jaringan dibangun berdasarkan software open source, siapapun bisa mengoperasikan transaksi. Jaringan blockchain terdistribusi, tidak ada yang mengoperasikan, tidak ada support pelanggan. Jika private key Anda hilang, tidak ada yang bisa membantu Anda. Masing-masing menjaga asetnya sendiri dengan cara menyimpan key ditempat yang paling aman.

Baca juga: Platform Bethereum Beri Kamu Reward Dari Hasil Pertandingan

Sistem kerja teknologi blockchain tidak serumit yang difikirkan, kita cukup mengingat bahwa semua transaksi yang ada dirumah Anda juga tercatat dirumah teman Anda. Inilah Node, yang membedakannya adalah private key dan publik key.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Perbedaan ICO Dan IPO

Perbedaan ICO Dan IPO, Jangan Pernah Dianggap Sama

Ternyata banyak orang yang salah kaprah memahami tentang ICO yang dianggap sama seperti IPO. Walaupun …