Selasa , Agustus 14 2018
Home / Akademi Bitcoin / Smart Contract, Mengenal Kontrak Cerdas Dan Manfaatnya
Smart Contract

Smart Contract, Mengenal Kontrak Cerdas Dan Manfaatnya

Beberapa orang yang baru saja memasuki dunia kripto, pasti merasa bingung dengan istilah Smart Contract (Kontrak Cerdas). Sisi baik adanya blockchain adalah sistem yang terdesentralisasi dan semua pihak diizinkan. Tidak ada perantara dan tentunya menghemat waktu pekerjaan kita. Mengapa blockchain dianggap sangat penting saat ini, dan mengapa begitu banyak orang mulai menggunakan Dapps berbasis kontrak cerdas?

Blockchains dinilai sangat menguntungkan berbagai pihak, tentunya bisa mengurangi kecurangan dan sangat transparan. Transaksi lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman daripada sistem transaksi tradisional. Awalnya, Nick Szabo yang merupakan kriptografer ditahun 1994 menemukan ledger terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk kontrak cerdas.

Apa itu Smart Contract? Kontrak dikonversi ke kode, disimpan dan direplikasi pada sistem dan diawasi melalui jaringan blockchain. Sistem ini menghasilkan feedback positif seperti mentransfer dan menerima layanan. Kontrak cerdas membantu transaksi keuangan, properti, saham, atau apa pun yang berharga dengan cara transparan. Sistem ini dibangun untuk memudahkan dan terbebas dari perantara.

Manfaat Smart Contract

Kontrak cerdas bisa menetapkan aturan dan penalti dalam perjanjian dengan cara yang sama seperti kontrak tradisional. Aset ditransfer ke dalam program dan dijalankan pada titik tertentu. Secara otomatis memvalidasi kondisi dan menentukan apakah aset pindah atau kembali. Atau apakah harus dikembalikan kepada orang yang mengirimnya, ataupun dikirim dengan beberapa kombinasi. Selama proses ini, buku besar terdesentralisasi akan menyimpan dan mereplikasi dokumen. Sehingga benar-benar memberikan keamanan dan kekekalan tertentu.

Siapapun bisa menggunakan kontrak cerdas untuk semua bidang usaha yang berkaitan dengan keuangan, premi asuransi, proses hukum dan kesepakatan crowdfunding. Smart Contract bisa digunakan untuk menangani sistem yang berkaitan dengan pemerintahan. Misalnya untuk membuat sistem pemungutan suara sehingga bisa mengatasi kecurangan.

Dalam bisnis tata kelola, blockchain menyediakan buku besar sebagai sumber terpersaya. Tidak ada lagi permasalahan dalam komunikasi dan alur kerja karena keakuratan, transparansi, dan sistem otomatis. Dalam bisnis Supply Chain, kontrak cerdas akan membantu transaksi dan pengiriman ke lokasi yang tepat. Blockchain disederhanakan dengan versi digital yang lebih aman dan mudah diakses semua pihak. Kontrak cerdas akan mengotomatiskan tugas dan pembayaran.

Baca Juga: Cara Kerja Blockchain, Penjelasan Singkat Mudah Dipahami

Dalam sistem Automobile, kendaraan self-autonomous atau self-parking bisa terlaksana dengan smart contract. Kontrak cerdas ini berperan seperti ‘Oracle’ yang dapat mendeteksi ‘siapa yang salah’ dalam kecelakaan. Termasuk mengatur sensor atau driver, serta variabel lain yang tak terhitung jumlahnya. Anda tidak akan membayangkan, bagaimana jika seluruh mesin yang kita gunakan berjalan Robotic.

Saat ini, berbagai aplikasi telah menerapkan blockchain dan menggunakan kontrak cerdas. Berbagai bisnis menerapkan dan membangun bisnis tersendiri untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi. Ethereum merupakan blockchain yang paling banyak digunakan untuk menjalankan Smart Contract. Blockchain lain yang mendukung smart contract adalah NXT, dan beberapa lainnya seperti naga tidur. Termasuk Achain, menyusul generasi baru Cardano dan EOS.

Baca juga: EOS, Blockchain 3.0 Pesaing Ethereum Diluncurkan Juni 2018

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Perbedaan ICO Dan IPO

Perbedaan ICO Dan IPO, Jangan Pernah Dianggap Sama

Ternyata banyak orang yang salah kaprah memahami tentang ICO yang dianggap sama seperti IPO. Walaupun …