Selasa , Oktober 16 2018
Home / Kripto / Koin IOTA, Kripto Dengan Proyek Besar Non Blockchain
Koin IOTA

Koin IOTA, Kripto Dengan Proyek Besar Non Blockchain

Salah satu kripto yang diperhitungkan adalah koin IOTA, yang diperkirakan mempunyai proyek bagus dalam jangka panjang. IOTA diberitakan bermitra dengan lebih dari 20 perusahaan, termasuk Microsoft dan Fujitsu yang bertujuan untuk meluncurkan market data. Market ini akan didukung dengan teknologi terdistribusi, dan para pemegang saham akan memberikan datanya menggunakan token IOTA.

IOTA dibangun oleh organisasi nirlaba Jerman, pada tahun 2015 oleh David Sonstebo, Dominik Schiener, Sergey Ivancheglo, dan Dr. Serguei Popov. IOTA Foundation juga mengembangkan proyek pendanaan komunitas “The Big Deal”. Komunitas ini memiliki target yang melibatkan developer dan perusahaan lain dalam lingkup IOTA.

Setiap peserta dalam komunitas akan mendapatkan token IOTA sebagai imbalan atas pengetahuan, pengembang, publikasi media, dan sumber daya. Sebagian besar yang terlibat dalam komunitas ini belum dikenal publik karena alasan hukum. Tetapi koneksi yang dibentuk melalui komunitas berpotensi meningkatkan nilai dan penggunaan praktis token IOTA.

Proyek Koin IOTA

Jika kripto ini telah merencanakan begitu banyak program yang dicanangkan. Lalu, apa fungsi token IOTA yang beredar di publik? Perlu diketahui, bahwa IOTA merupakan kripto yang tidak menggunakan teknologi blockchain. Tetapi menggunakan jenis jaringan lain yang saat ini disebut dengan nama ‘Tangle’. Tangle adalah struktur data di jantung IOTA yang menggunakan DAG, bukan blockchain untuk menyimpan buku besar. Pendukung utama sistem jaringan ini adalah skalabilitas. Tangle memungkinkan berbagai cabang DAG bergabung, menghasilkan lebih cepat.

Beberapa manfaat menggunakan jaringan Tangle ini diperkirakan akan mengurangi biaya, transaksi tanpa batas dan transfer data cepat, keamanan data juga sangat diperhitungkan. Penerapan lainnya direncanakan untuk pembayaran on-demand dan Micropayment. IOTA telah direncanakan untuk membangun dan mendukung komunikasi mesin ke mesin (M2M) dan cikal bakal Backbone Internet of Thing.

IOTA dianggap telah menemukan solusi untuk mengatasi blockchain Bitcoin yang pada akhirnya nanti menghasilkan biaya transaksi yang cukup besar. IOTA bisa menerapkan transaksi tanpa biaya, dan dianggap lebih sesuai untuk penggunaan praktis dan menghubungkan jaringan M2M.

Baca juga: Cara Menyimpan Ethereum, ETH Dan ERC20 Paling Aman

Dibalik proyek yang cukup menggiurkan, IOTA belum mengalami skandal besar. Tetapi ada beberapa kontroversi selain daripada pembobolan wallet, yaitu hubungan antara IOTA dan Microsoft. Awalnya disebutkan bahwa keduanya memiliki hubungan, tetapi tidak memiliki hubungan kerja secara formal. Dan diketahui bahwa Microsoft hanya peserta dalam proyek ini. Masih tidak jelas, apakah hanya kesalahpahaman media atau disengaja IOTA.

Melihat proyek yang digagas IOTA, banyak orang meyakini bahwa secara teknis koin IOTA nilainya belum mencapai harga sebenarnya. Karena banyak sekali aspek internet yang harus diperbaiki kedepannya, sehingga IOTA berpotensi melangkah lebih jauh dari proyek yang ada saat ini.

Baca juga: Alibaba Uji Blockchain, Pengiriman 3 Detik Per Transaksi

Sampai hari ini, harga IOTA tetap berfluktuasi, tidak ada bedanya dengan kripto yang lain. Walaupun IOTA sendiri tidak menggunakan jaringan blockchain. Harga passar saat ini mencapai 0,9 dolar AS, dan menurut praktisi nilainya bisa saja naik hingga 100 persen dalam setahun. Untuk penyimpanan, IOTA telah merilis wallet GUI yang bisa digunakan melalui desktop ataupun app seluler.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Pembangkit Listrik HHO, Oxy-Hydrogen

Pembangkit Listrik HHO WPP Energy, Bisa Mobile Dimana Saja

Energi ramah lingkungan tampaknya akan menjadi hal utama dimasa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, umumnya …