Kamis , Agustus 16 2018
Home / Kripto / Tether (USDT), Tersandung Manipulasi Kenaikan Harga Bitcoin
Tether (USDT)

Tether (USDT), Tersandung Manipulasi Kenaikan Harga Bitcoin

Bagi trader yang terbiasa bertransaksi diluar tentunya tahu kripto Tether (USDT). Berita hangat kali ini datang dari kripto USDT yang tersandung masalah dibalik naiknya harga Bitcoin pada akhir tahun 2017 lalu. Saat itu, BTC sempat melonjak sekitar 20,000 dolar AS yang membuat pasar ramai dan Bitcoin booming. Masalah ini terus digulir hingga membuat kepercayaan pasar mulai berkurang terhadap USDT.

Tether merupakan token kripto kontroversial yang diklaim oleh penciptanya mendukung nilai 1 dolar per token, dan dapat ditukarkan melalui Tether Platform. Meskipun fakta menyebutkan bahwa Tether Limited sama sekali belum mengeluarkan audit yang dijanjikan atas cadangan mata uang. Tether dikeluarkan pada blockchain Bitcoin melalui Protokol Layer Omni.

Tujuan utama diciptakannya token ini untuk memfasilitasi transaksi antara pertukaran kripto dengan kurs dolar AS. Sehingga trader bisa mengambil keuntungan dari peluang besar tanpa menggunakan bank yang lambat. Tether (USDT) termasuk dalam peringkat 20 terbesar melewati Monero, Dash, NEO. Total market kapital saat ini mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS.

Tether (USDT) Manipulasi Harga Bitcoin?

Menurut analisa yang di terbitkan New York Times, 13 Juni 2018, sebuah studi menyalahkan Tether yang terlibat dalam memanipulasi harga Bitcoin tahun 2017. Makalah ini ditulis oleh John M. Griffin dan Amin Shams dari University of Texas. Analisa menyebutkan bahwa pola transaksi menunjukkan Tether digunakan untuk memberikan dukungan harga dan memanipulasi harga cryptocurrency.

Setengah dari kenaikan harga Bitcoin pada Desember 2017, ketika cryptocurrency mencapai titik tertinggi 20,000 dolar AS. Secara eksplisit karena ulah Tether dan Bitfinex. Para peneliti menggunakan algoritme untuk menganalisis data blockchain. Mereka menemukan bahwa pembelian dengan Tether diberi batas waktu setelah pasar merosot dan menghasilkan peningkatan yang cukup besar pada harga Bitcoin.

Tether dicurigai sejak akhir tahun 2017, setelah rilis ulang koin ke pasar yang membawa efek langsung pada harga Bitcoin. Hipotesis Griffin dan Shams menjadi sorotan, publikasi ini mengisyaratkan sifat pasar Bitcoin yang buram. Apakah BTC pada waktu itu memang naik drastis, ataukah pola lain yang justru merugikan banyak investor.

Baca juga: Manfaat Dan Kegunaan Bitcoin Secara Finansial Menguntungkan

Menurut New York Times, penelitian ini cenderung memicu perdebatan tentang berapa banyak peningkatan laba Bitcoin tahun lalu akibat tindakan rahasia dari beberapa pemain besar. Meskipun banyak perdebatan yang diungkapkan, beberapa tokoh tampaknya setuju, perusahaan riset sesama Chainalysis juga mengklaim hasil yang sama.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Pembangkit Listrik HHO, Oxy-Hydrogen

Pembangkit Listrik HHO WPP Energy, Bisa Mobile Dimana Saja

Energi ramah lingkungan tampaknya akan menjadi hal utama dimasa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, umumnya …