Selasa , Agustus 14 2018
Home / Market / Metode Simple Moving Average Trading Bitcoin Dan Altcoin
Metode Simple Moving Average,

Metode Simple Moving Average Trading Bitcoin Dan Altcoin

Apa itu Simple Moving Average atau SMA? Mengapa perhitungan ini dianggap sangat penting untuk perdagangan. Metode Simple Moving Average (SMA) yang digunakan dalam trading merupakan pergerakan rata-rata aritmetika yang dihitung dari harga penutupan awal hingga yang terbaru, dibagi dengan jumlah periode waktu. Dalam perdagangan cryptocurrency, trader paling sering menggunakan SMA 20 hari dan SMA 50 hari untuk analisis.

Setiap hari, trader dan analisis mengamati nilai rata-rata jangka pendek (short-term), apakah bisa melewati pergerakan rata-rata jangka panjang (long-term). Kita sebut saja short-term SMA 20, dan long-term SMA 50. Jika long-term average mulai melewatinya, signal inilah yang menandai awal tren naik disetiap kripto.

Metode Simple Moving Average

Pergerakan SMA bisa dikustomisasi karena dapat dihitung dalam jumlah periode waktu yang berbeda. Cukup dengan menambahkan harga penutupan beberapa periode, dan membaginya dengan jumlah periode. Misalnya 20, 50, 100, dan 200 hari. Ini untuk mempermudah pembacaan grafik dan kapan tepatnya waktu untuk membeli.

Jika SMA menunjukkan pergerakan keatas, ini berarti bahwa harga meningkat, dan sebaliknya. Semakin lama pergerakan long-term, semakin halus pergerakannya. Sedangkan short-term SMA mudah berubah, dan pembacaannya lebih dekat ke sumber data.

Moving averages merupakan alat analisa yang digunakan untuk mengidentifikasi tren harga saat ini. Grafik ini berpotensi merubah tren yang sudah ada. Kebanyakan trader memilih SMA 50 hari untuk menganalisa pergerakan trend kripto. Mengapa SMA 50 menjadi pilihan terbaik?

Baca juga: Analisa Bitcoin Altcoin Hari Ini, Update Realtime Per Menit

Selain SMA 50, analisis juga sering menggunakan SMA 20 dan SMA 200 hari.
Ketiganya bergerak dalam uptrend atau garis pertama dari resistensi rata-rata dalam tren. Semakin akurat pergerakan SMA 50, ini menunjukkan tingkat harga hampir tidak mungkin melanggar atau memberikan sinyal yang salah.

SMA 20, SMA 50

SMA 50 yang menguntungkan dan positif biasanya bergerak diatas SMA 200. Jika bergerak signifikan dibawahnya, menandakan perubahan tren negatif atau menurun. Tren yang dihasilkan dari SMA 50 biasanya digunakan untuk perdagangan jangka panjang atau Exponential Moving Average (EMA) satu jam.

 

Dua pola perdagangan populer menggunakan SMA termasuk death cross. Ini terjadi ketika SMA 50 melintas dibawah SMA 200, dianggap sebagai sinyal Bearish. Sementara golden cross terjadi ketika short-term atau SMA 50 menembus long-term SMA 200 yang diperkuat oleh volume perdagangan, inilah Bullish. Contoh kasus ini seperti pada gambar diatas.

About DCoin

DCoin diterbitkan oleh crypto blogger, penambang kecil, pemerhati junior, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain kepada publik. Trik dan tips mining PoW dan PoS, dan strategi perdagangan kripto. Ikuti terus ulasan kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren kripto, dan bagaimana menciptakan ekosistem blockchain menjadi positif untuk masyarakat luas.

Baca Juga

Apa Itu Ethereum, Apa Itu Ether

Apa Itu Ethereum Dan Ether? Dua Sebutan Yang Berbeda Makna

Blockchain yang satu ini dikenal banyak orang dan lebih populer digunakan saat ini. Ethereum salah …